Mr Ponsi

selamat datang,terimakasih sudah mampir di blog saya,Apapun yg terjadi dalm hidupku ini ,tak pernah ku ragukan kasihmu Tuhan # Ucapan syukur atas terkabulnya doa melalui novena tiga salam maria.

Rabu, 27 April 2016

Meningkatkan Produktivitas Kerja dengan ala HR Melalui Budaya 3S ( Senyum, Salam, Semangat


Meningkatkan Produktivitas Kerja dengan ala HR Melalui Budaya 3S ( Senyum, Salam, Semangat )


Menghadapi tantangan MEA, membuat setiap perusahaan berusaha sekuat tenaga untuk terus meningkatkan Produktivitas Kerja yang luar biasa. Tidak jarang memutuskan untuk mengecangkan ikat pinggang, memutus kontrak dan mengurangi muatan dalam perusahaan alias pemecatan karyawan.
Dalam kesempatan ini, izinkan saya menguraikan salah satu tips meningkatkan produktivitas yang enak dan menyenangkan ala HR. Yaitu menerapkan Budaya 3S, yang akan kita uraikan sebagai berikut:

1. Senyum 
Memulai pagi dengan senyum sebagai magnet rezeki dan energy positif, senyum adalah refleksi dari kebahagiaan, dengan senyum kita meringankan beban dan melemaskan otot - otot muka yang menegang, dengan senyum wajah kita akan lebih enak di pandang. Kalau semua karyawan memulai pekerjaan dengan senyuman hangat akan menularkan energy positif. Karena senyum adalah refleksi dari bahagia, berikut manfaat ketika perasaan kita bahagia:
a. Bahagia bisa menurunkan kadar hormon stres. Hanya dengan Bahagia, Anda bisa melepas penat dalam tubuh. Sesederhana itu. Namun, bisakah Anda melakukannya? Mulailah hari anda dalam bekerja dengan Senyuman hangat kepada rekan kerja
b. Rasa bahagia dapat menyembuhkan sakit kepala. Tahukah Anda bahwa sakit kepala bisa disebabkan oleh stres? Dengan merasa bahagia, Anda dapat menyingkirkan rasa nyeri di kepala, yang bisa dipicu stres dan depresi. Dengan setiap masalah yang ada di pekerjaan, rasa penat akan hilang ketika hati bahagia dan melepaskannya dengan senyum.
c. Orang bahagia terhindar dari kram. Stres bisa menyebabkan berbagai masalah, termasuk kram otot. Hal ini mengakibatkan rasa sakit yang kronis di bagian punggung bawah, belakang leher, dan bagian tubuh lainnya. Inilah penyakit yang sering menghampiri para professional yang mempunyai rutinitas kerja di kantor, banyak konsentrasi, jarang bergerak dan stress.
d. Punya jantung sehat. Orang bahagia punya jantung yang lebih sehat dibandingkan mereka yang sering stres. Namun, itu tidak berarti bahwa semua orang bahagia akan terhindar dari risiko serangan jantung. Hanya saja, kesehatan emosional yang buruk dapat meningkatkan tekanan pada jantung Anda.
e. Mengurangi rasa lelah. Ketika Anda merasa bahagia, ada hormon yang terus memacu Anda untuk bersemangat. Tiada rasa lelah. Bahkan, Anda bisa merasakan dorongan energi baru yang terus muncul. Terlalu banyak pekerjaan akan membuat lelah, rasa lelah adalah perasaan yang memiliki relativitas. Lho ko bisa? Apakah ketika anda belanja dengan kesenangan, lelah? Apakah saat anda keliling seharian dengan pasangan anda, lelah? Apakah saat mengurus anak pertama anda yang sangat anda tunggu - tunggu, lelah? Andaikan saja semua rasa tersebut kita visualisasikan terhadap pekerjaan kita, kerja dengan penuh antusias, semua tidak akan cepat lelah.
f. Orang bahagia hidup lebih lama. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa kebahagiaan adalah obat awet muda. Hal tersebut bahkan berhasil dibuktikan secara ilmiah lho. Para peneliti menemukan bahwa orang bahagia hidup lebih lama dan sehat.
Yuk, mulai sekarang memulai pagi anda dengan menebar senyuman hangat kepada keluarga, rekan kerja, atasan dan semua orang yang bekerja bersama kita.

2. Salam
Awal karir sebagai seorang karyawan di perusahaan jepang selama 4 tahun, mengucapkan salam adalah salah satu indikator seorang karyawan sehat. Setiap karyawan mengucapkan selamat pagi ketika bertemu dengan rekan kerja, bukan hanya salam dari ucapan, melainkan saling berjabat tangan.

Membudayakan salam, akan membuat ikatan antar karyawan lebih erat dan kuat.

3. Semangat
Semangat adalah buah dari ethos kerja, ada delapan isi dari etos kerja yang di sampaikan oleh Bapak Ethos ( Bp. Jansen Sinamo ) yaitu:
1. Kerja adalah rahmat: Saya Bekerja penuh Tulus Syukur
2. Kerja adalah Amanah: Saya bekerja Penuh Tanggung Jawab 
3. Kerja adalah Panggilan: Saya Bekerja Tuntas Integritas 
4. Kerja adalah Aktualisasi: Aku Kerja Keras selalu tumbuh
5. Kerja adalah Ibadah: Saya Bekerja Gairah penuh 
6. Kerja adalah Seni: Saya Bekerja Cerdas Penuh Kreativitas 
7. Kerja adalah Kehormatan: Saya bekerja dengan hasil sempurna 
8. Kerja adalah layanan: Saya Bekerja penuh rendah hati
Dalam implementasi semangat, dapat di berikan saat melakukan briefing pagi. Berikan kata - kata semangat, suntikan semangat ke setiap sendi organisasi. Produktivitas dari karyawan akan meningkat dengan semangat bekerja dan meraih hasil yang terbaik.
Bagaimana menurut anda? Sudah siapkah menerapkan budaya 3S? Ternyata untuk meningkatkan produktivitas dapat dilakukan dengan senang, bahagia dan melibatkan semua anggota di perusahaan. Jangan pernah menunda untuk budaya 3S, Tundalah menunda anda. Sekian terima kasih, semoga kita semua meraih hasil terbaik.




Penulis : Aditya Nugraha
Editor : Agung Budi Santoso
Sumber : HR CAFE (HR Community)

Selasa, 26 April 2016

Ketika Anda Pertama Kali Bekerja


Ketika Anda Pertama Kali Bekerja


Pasti ada perasaan yang berbeda ketika anda baru lulus dan memasuki dunia kerja. Beruntung bagi yang sudah terbiasa dengan organisasi pada waktu masih di dunia pendidikan. Memasuki dunia kerja adalah harapan banyak orang. Sesuatu yang luar biasa dan memiliki kebanggaan tersendiri ketika berhasil diterima kerja setelah lulus sekolah.
Sebagaimana sebuah tempat yang baru, anda harus dengan cepat menyesuaikan diri terhadap lingkungan kerja. Dalam lingkungan kerja anda akan berbenturan dengan banyak hal, bisa dengan pekerjaan itu sendiri, rekan kerja, atasan anda, atau orang-orang yang ada di lingkungan kerja anda. 
Mereka memiliki cara dan gaya yang berbeda, tentu anda memerlukan penyesuaian dengan cepat. Adaptasi yang harus anda lakukan sayangnya tidak bisa hanya mengandalkan kepintaran atau nilai anda yang tinggi. Tetapi lebih dari itu, karena jika tidak bisa beradaptasi, anda bisa dipastikan tidak nyaman menjalani proses di tempat anda bekerja.
Ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan ketika anda bekerja di tempat yang baru, yaitu:
1. Lihat sekeliling anda dan pastikan anda tahu siapa atasan anda, rekan kerja anda, dan seperti apa pekerjaan anda. Bagaimana jika anda tidak tahu, tetap anda harus mencari tahu. Artinya anda harus memiliki inisiatif untuk bertanya paling tidak kepada orang yang merekrut anda.
2. Ikuti aturan kerja yang telah diberitahu kepada anda, jika tidak anda harus berinisiatif untuk bertanya.
3. Amati budaya kerja yang ada, karena setiap perusahaan memiliki gaya dan budaya kerja yang berbeda, meski berbeda dengan anda usahakan untuk tahap awal anda ikutin dan mulai belajar, kecuali budaya kerja yang merugikan perusahaan atau bertentangan dengan hukum, kalau yang ini mending anda fikir ulang untuk melanjutkan.
4. Diskusikan dengan atasan anda, jika ada pekerjaan yang belum anda pahami.
5. Selalu berkoordinasi dengan rekan kerja, terutama jika pekerjaan tersebut berkaitan dengan mereka.
6. Konsisten melakukan pekerjaan sesuai dengan uraian pekerjaan anda dan selalu memiliki pikiran terbuka untuk terus belajar serta berkembang.
7. Dari semua langkah di atas, jangan lupa untuk selalu memulai dengan doa apapun agama anda agar semua hal yang anda lakukan dalam lindungan tuhan.
Demikianlah beberapa langkah yang dapat anda lakukan ketika anda baru pertama kali bekerja. Semoga anda mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang anda harapkan.



Penulis : Firno Binoto
Editor : Agung Budi Santoso
Sumber : HR CAFE (HR Community)